Contoh Naskah Drama Tentang Bulan Puasa

Contoh naskah drama tentang bulan puasa merupakan drama yang dilakukan oleh 4 orang disaat bulan 1000 bulan datang yang penuh anugerah dan berkah. Dengan adanya contoh naskah drama tentang bulan puasa untuk 4 orang ini akan memberikan suatu pencerahan dan pelajaran yang berharga bagaimana melewati bulan puasa dengan berbagai amalan yang baik dan penuh dengan pahala dan ridho Allah SWT.

Naskah drama ini menceritakan sebuah keluarga yang harmonis dan kompak dalam menjalani amalan ibadah di bulan puasa antara ibu, ayah dan dua orang anaknya.

Judul: Keharmonisan sahur dan sholat subuh
Tema: religi
Jumlah Pemeran: 4 orang
Tokoh: Ibu (suka menasehai), Ayah (ramah dan baik hati), Dimas (pemarah tapi baik), Nina (suka menangis dan ceria)

Alur Drama
Sebelum waktu sahur tiba, Ibu dan Ayah sudah bangun karena melaksanakan sholat malam. Ketika waktu sahur tiba, Nina dibangunkan dengan wajah yang gembira karena dia bisa melaksanakan berpuasa. Sedangkan Dimas selalu marah-marah dan timbul konflik.

Dialog Naskah Drama
Suara lantunan ayat-ayat suci al-qur’an dari masjid kampung telah berkumandang, suasana sejuk dan damai tercipta di salah satu keluarga besar di kampung Duren ini.

Ibu: Yah, bangun ayao sholat malam dulu. Mumpung masih jam setengah tiga sebelum bangunin anak-anak.

Ayah: Sebentar Buk masih ngantuk nih.

Ibu: Ayah, ini bukan seperti bulan yang lalu, ini bulan puasa kita harus meningkatkan amal ibadah. Bersyukurlah Allah masih memberikan kita umur panjang untuk bertemu bulan puasa yang penuh berkah ini.

Ayah: Kalau Ibu sudah berpidato, Ayah kalah deh (ledek Ayah).

Ibu: Ibu, cuma memeberitahu yang sebenarnya saja Yah. Apaan sih.

Ayah: Ayo, cuci muka dan ambil air wudlu.

Pasangan suami-istri ini sangat kompak dan saling memiliki satu sama lain agar keharmonisan selalu terjaga dengan baik dan jalinan kasih sayang terjalin erat dan mengikat. Suasana kembali hening karena suami-istri ini sedang menjalankan sholat malam. Hanya ada suara alunan ayat suci al-qur’an di masjid kampung.

Ibu: Ayah, Ibu yang bangunin Dimas. Ayah yang bangunin Nina. (Ayah hanya mengangguk).
Suami-istri ini masuk di kamar kedua anaknya.

Ayah: Nina sayang, ayo bangun ikut puasa tidak hari ini? Nina bobo.. oh nina bobo...

Nina: Ya ikut lah Ayah tapi Nina masih ngantuk. Jangan nyanyia suara ayah jelek.

Ayah: Hehe, itu baru putri Ayah yang cantik. Cuci muka dulu biar tidak mengantuk.

Nina: Iya Ayah. Mana cium buat Nina.

Ayah: Aduh, manjanya Putri Ayah.

Nina masih berumur 10 tahun namun semangatnya untuk berpuasa sangat tinggi. 

Ibu: Dimas, bangun Nak!

Dimas: Hemmm

Ibu: Dimas, kamu ini! Ini bukan hari biasa, ini bulan puasa setidaknya kamu ubah sikapmu yang baik dan tidak perlu Ibu bangunin lagi.
Dimas: Pasti Ibu marah-marah.

Ibu: Bukan marah-marah, kamu sudah SMA masih saja kayak anak TK tidak bisa bangun pagi.

Dimas: Dimas masih ngatuk. (Dimas kembali membenahi selimutnya untuk kembali tidur).

Ibu: Byuurr! Ayo bangun anak kok bandel kayak gini!

Dimas: Aduh, Buk. Selain air ada lagi tidak yang lain, Basah semua ini!

Ibu: Biarin! (Ibu tiba-taiba langsung keluar meninggalkan Dimas yang basah kuyup.

Suasana sahur hari ini sangat harmonis. Nina dan Ayanya saling suap-suapan. Sedangkan Dimas selalu menjahili Nina.

Dimas: Dik, makanmu kurang banyak nanti gak kuat lo?
Nina: Ini udah banyak Kakak. 
Ibu: Dimas, jangan ganggu Adikmu sedang makan.
Ayah: Sini Ayah suapin biar makin banyak. Hehe...
Ibu: Ayah juga sama saja dengan Dimas.
Dimas: Ibu juga makan kok sedikit banget.
Ibu: Walaupun sedikit tapi gizinya banyak bukan kayak kamu makan banyak tapi gizinya sedikit.
Nina: Benar itu kata Ibu. Wek...
Dimas: Lho, ini masakan Ibu yang tahu gizinya itu siapa?

Serentak keluarga itu tertawa bersama. Keharmonisan antara satu sama lain tercipta begitu indah. Waktu sahur telah habis, saatnya untuk melaksanakan sholat subuh. Biasanya keluarga ini menjalani sholat subuh secara berjamah di rumah.

Dimas: Dimas mau tidur lagi masih ngantuk.
Ibu: Tidak boleh, ini sudah waktunya sholat subuh. Sholat dulu!
Ayah: Dimas, dengerin tuh nasihat Ibu.
Nina: Sudah pagi kok ngantuk. Kalah dengan Nina. Ye... (Nina mengejek Dimas).
Dimas: Yalah bisanya dimarahin saja.
Ibu: Ayah juga belum ambil wudlu.
Ayah: Ya Buk, haduh kena marah juga.
Nina: Hahaha... yeye Nina menang.
Ibu: Kamu juga Nina, pakai mukenamu!
Ayah dan Dimas: Hahaha ... syukurin.

Suasana keluarga ini sangat harmonis dan selalu gembira. Jamaah sholat subuh dilaksanakan bersama-sama. Ayah yang jadi imamnya sedangkan Dimas di belakang Ayah dan disusul oleh Ibu dan Nina.

Jangan lewatkan:

Itulah contoh naskah drama tentang bulan puasa untuk 4 orang yang sangat menginspirasi dan memberikan pelajaran yang berharga dalam menjalani bulan puasa dengan hati yang bersih, tenang dan ikhlas. Semoga bisa dijadikan referensi dan bermanfaat.
www.contohdramasingkat.com » referensi contoh drama singkat

Judul Drama: Contoh Naskah Drama Tentang Bulan Puasa
Ditulis oleh: Lika Amalia

Dimohon untuk tidak mempublikasi ulang artikel, jika Anda melakukannya diharap untuk menyertakan link yang menuju ke laman artikel Contoh Naskah Drama Tentang Bulan Puasa ini.

Jika artikel yang Anda baca dirasa bermanfaat, silakan like atau bagikan dengan teman Anda di social media menggunakan widget share dibawah.

0 Response to "Contoh Naskah Drama Tentang Bulan Puasa"

Posting Komentar

close