Contoh Naskah Drama Tentang Perjuangan Seorang Ibu

Contoh naskah drama untuk 5 orang tentang perjuangan memberikan banyak pelajaran dan inspirasi bahwa hidup itu harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu atau harapan yang diinginkan. Contoh naskah drama tentang perjuangan mengajarkan diri untuk selalu semangat dan berani menjalani hidup walaupun seberat apapun. Contoh naskah drama tentang perjuangan Akan memberikan banyak hal yang patut diteladani dan ditiru serta perlu adanya mengembangkan tentang naskah drama tema perjuangan yang lain yang lebih dramatis.

Simak juga contoh drama berikut:

  1. Contoh naskah drama untuk 8 orang
  2. Contoh naskah drama untuk 9 orang
  3. Contoh naskah drama untuk 12 orang
  4. Contoh naskah drama singkat

Contoh naskah drama tentang perjuangan berikut ini menceritakan tentang kisah seorang Ibu yang mendapatkan banyak ujian dan cobaan dalam keluarganya dan harus menghidupi anaknya seorang diri semenjak kejadian pahit menimpanya.

Tema: Perjuangan seorang Ibu

Alur: Pendek

Karakter:


  1. Yati: Sabar, tabah dan tawakkal
  2. Anang: Berani dan pemarah
  3. Tina: Penakut dan suka menangis
  4. Arifin: Suka menolong dan membantu
  5. Tini: Mencemooh


Permasalahan: Suami Yati kabur begitu saja seteleh mendapatkan banyak uang. Yati harus berjuang sendiri untuk mengurusi semuanya dan menghidupi kedua anaknya. Suadaranya Arifin selalu menolong atas semua cobaan yang diterima oleh Yati. Sedangkan Tini hanya mengumbar semua kejelekan suami Yati dan kesalahan Yati selama ini kepada seluruh tetangganya.

Naskah Drama

Satu bulan semenjak suaminya kabur, Yati dibantu Arifin mengurusi semua hal-hal tentang hutang dan uang yang dibawa kabur dari desa, polisi sampai beberapa orang yang dihutangi suaminya.
Yati: Bagaimana ini kak, hutang-hutang masih banyak. Sementara aku hanya berjualan di pasar sebagai padagang kain. Sudah 3 toko aku jual. Apakah rumah ini dijual juga untuk melunasi hutang di bank?
Ariifin: Tidak usah putus asa begitu. Aku bantu kamu Ti. Nanti aku usahakan untuk membereskan semuanya tanpa harus memakai uang. Kamu saja tidka tahu ke mana perginya uang tersbut. Ya kan?
Yati: Iya Kak. Terima kasih selama ini membantu. Aku tidak akan melupakan semua jasa Kakak terhadap aku.
Anang: Aku jadi saksi Pak De dan aku akan selalu ada untuk Pak De. Saya siap jadi babu Pak De.
Arifin: Tidak usah begitu Nang. Aku ikhlas untuk membantu kalian.
Tina: Aku juga siap Pak De.
Setiap hari Yati harus pergi ke pasar sampai sore hari untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melunasi semua hutang yang ditinggalkan suaminya.
Yati: Ya Allah, berikan aku kesabaran dan kekuatan untuk menjalani semua ini (batinnya).
Anang: Ibu, bagaimana aku keluar dari sekolah dan bekerja di luar Jawa.
Yati: Tidak usah Nak. Kamu belajar yang rajin dahulu. Biar Ibu yang menghadapi semua. Ibu yakin Allah akan memberikan jalan.
Sering kali ibu dibuat menangis atas kedatangan pegawai bank yang menagih semua hutang-hutang suaminya. Tina pun ikut menangis karena mendengar semua perkataan yang kasar dari pegawai bank terhadap Ibunya. Namun Ibunya tetap tegar dan terus berjuang untuk melunasinya. Selain itu, banyak orang yang menagih hutangnya di rumah. Malam ini …
Yati: Ya Allah, kurang beberapa hari lagi bank akan menyita rumah ini. Berikan keajaiban dan pertolongan-Mu Ya Allah kepada hamba ini.
Sambil menangis dan berusujud Yati terus mengumandangkan permohonan daa pertolongan kepada Allah.
Pagi-pagi buta, sudah banyak tettangganya yang menggunjing Yati tentang kelakuan suaminya. Semua bersumber dari saudaranya sendiri yang mengumbar yaitu TIni.
Tini: Yati itu bodoh dipermainkan suaminya. Sebenarnya Yati dan suaminya itu bersekongkol.
Banyak cibiran yang dilontarkan Tini kepada tetangganya. Namun Yati diam dan bersabar.
Yati: Ya Allah, berikan aku kesabaran dan kekuatan untuk mendengarkan semua ini (batinnya).
Tiba-tiba Arifin suadaranya datang  ke rumah.
Arifin: Allah mengabulkan doamu. Arisan yang aku bayarin di pasar, kemarin ternyata keluar atas namamu.
Yati: Alhamdulilah … Ya Allah Kau Maha Bijaksana (Yati bersujud di lantai rumah).
Arifin: Ayo kita tuntaskan semuanya. Uang dari arisan itu sangat cukup bahkan lebih untuk melunasi semua hutang-hutang yang harus dilunasi segera.
Yati: Ya Kak.
Segera Yati mengambil uang dari bandar arisan dan pergi ke bank untuk melunasi semua hutang suaminya. Selain itu, hutang di beberapa orang dia lunasi juga. Sedangkan hutang di desa sudah diurus saudaranya, Arifin. Karena Yati tidak terlibat dia tidak harus bertanggungjawab.
Arifin: Sekalian kamu beli sepeda buat Anang.
Yati: Aku nurut Kakak saja bagaimana baiknya.
Yati dan arifin pergi ke dealer dan membelikan sepeda untuk Anang.
Anang: Bu, uang dari mana kok bisa beli sepeda?
Yati: Allah, sudah mengabulkan semua doa ibu nak.
Tina: yeye … aku punya sepeda.
Kabar gembira tersebut tersebar ke seluruh kampung dan membuat saudaranya, Tini iri dan menghasut kembali pada seluruh tetangga.
Tini: Yati itu ngambil pesugihan. Tidak percaya kalau hanya uang arisan sudah bisa melunasi semuanya.
Hidup Yati sudah sejahtera atas semua perjuangan yang dia lakukan. Arifin saudaranyalah yang mendukung dan menolongnya. Kehidupan Yati sudah damai dan memului hidup baru dengan kedua anaknya. Yati sudah kapok untuk menikah lagi. Hidupnya saat ini hanya untuk beribadah.

Contoh teks drama tentang perjuangan di atas memberikan inspirasi bagi pembaca bahwa hidup butuh perjuangan sesulit apapun cobaan pasti ada jalan jika selalu dekat dengan Tuhan dan berikhtiar.
www.contohdramasingkat.com » referensi contoh drama singkat

Judul Drama: Contoh Naskah Drama Tentang Perjuangan Seorang Ibu
Ditulis oleh: Lika Amalia

Dimohon untuk tidak mempublikasi ulang artikel, jika Anda melakukannya diharap untuk menyertakan link yang menuju ke laman artikel Contoh Naskah Drama Tentang Perjuangan Seorang Ibu ini.

Jika artikel yang Anda baca dirasa bermanfaat, silakan like atau bagikan dengan teman Anda di social media menggunakan widget share dibawah.

0 Response to "Contoh Naskah Drama Tentang Perjuangan Seorang Ibu"

Posting Komentar

close