Contoh Naskah Drama 11 Orang

Sebuah drama dapat diperankan oleh beberapa orang bahkan jumlah yang tak terbatas sesuai dengan naskah atau skenario. Semakin banyak pemeran dalam sebuah drama biasa akan semakin kompleks pula alur cerita yang ditampilkan. Berikut ini adalah contoh naskah drama 11 orang:

Tema: Percintaan

Judul: BANGKIT DARI SAKIT

Pemeran:

1. Nusa
2. Sasa
3. Riri
4. Yongki
5. Fanani
6. Ibu Yongki
7. Ayah Yongki
8. Hilman
9. Pak Gatot (Pak Pos)
10. Dokter
11. Suster

Sinopsis Drama:

Sasa dan Yongki sudah menjalin hubungan sekitar tujuh tahun. Namun karena suatu hal Yongki terpaksa bersembunyi di ibu kota untuk menghindar dari Sasa. Meski sebenarnya perasaan tidak bisa bohong, ia sangat merindukan Sasa. Ia hanya sesekali mengirimkan secarik surat melalui pos kepada Sasa. Ia sangat mengerti betul bahwasannya Sasa adalah perempuan yang kuat dan tak akan rapuh hanya dikarenakan ditinggalkannya.

Pada suatu hari, Sasa mencoba menguak informasi ke Riri, adik Yongki.

Naskah Drama

Sasa: “Tokkk... tokkk... Permisi, Yongkinya ada?”
Riri: “Eh, Kak Sasa. Maaf, Kak... Mas Yongki belum pulang.”
Sasa: “Memangnya sebenarnya Yongki kemana, Ri? Kenapa kamu tidak bisa mengatakannya kepadaku? Huh?”
Riri: “Kak Yongki sedang ada urusan di rumah saudara. Aku pun tidak tahu kapan akan pulang.”
Sasa: “Oh, begitu. Terima kasih informasinya. Kalau begitu aku pamit pulang dulu.”
(Sasa berjalan menjauhi halaman rumah Yongki, namun beberapa saat kemudian ada seorang wanita paruh baya yang memanggilnya)
Ibu Yongki: “Nak Sasa!”
Sasa: “Iya, Bu. Bu, sebenarnya dimana Yongki?”
Ibu Yongki: “Yongki sedang menyelesaikan proyek dari pamannya. Kau tak perlu mengkhawatirkannya.”
Sasa: “Tapi...”
Ayah Yongki: “Iya Nak, Yongki akan baik-baik saja jika kamu tidak memikirkan hal buruk tentangnya.”
Sasa: “Iya, Pak. Saya tidak akan lagi berpikiran buruk terhadap Yongki lagi. Saya pamit pulang.”

Di kamar Sasa merenungi semua ucapan Ibu dan Ayah Yongki. Namun beberapa saat ada Pak Pos datang
Pak Pos: “Selamat siang, Mba.”
Sasa: “Iya, siang. Ini... surat dari siapa, Pak.”
Pak Pos: “Atas nama Mas Yongki Kurniawan.”
Sasa: “Yongki? Benarkah? Kalau begitu terima kasih, Pak.”
(Fanani tiba-tiba muncul)
Fanani: “Surat dari siapa, Dik?”
Sasa: “Yongki, Kak. Semoga ada hal yang menggembirakan.”
Fanani: “Bagaimana isinya? Lho, kenapa kamu menangis, Dik?”
Sasa: “Tidak apa-apa, kurasa aku harus ketemu Nusa sebentar.”
(Sasa menemui Nusa yang sedang berada di taman kota. Kebetulan di sana ada pula Herman yang menemani Nusa memakan ice cream)
Sasa: “Nusa!”
Nusa: “Ya, Sa. Ada apa? Kenapa kau menangis?”
Sasa: “Yongki, Nus. Yongki.... huhuhu....”
Nusa: “Yongki kenapa? Lanjutkan dulu ceritamu janganlah kau menangis.”
Sasa: “Aku menerima surat dari Yongki yang mengatakan bahwa dia di Jakarta. Kepergiannya bukanlah menyelesaikan proyek pamannya atau mengunjungi saudara, melainkan ia di sana menjalani perawatan.”
Hilman: “Perawatan apa maksudmu, Sa?”
Sasa: “Yongki mengidap kanker otak, Hil... huhuhu...”
Hilman: “Sabar ya Sa. Semoga Yongki cepat sembuh.”
Nusa: “Besok kita harus kesana, Sa.”
Sasa: “Iya, sebaiknya kita memang kesana. Besok pagi kita segera berangkat ke sana.”
Hilman: “Heemmm....”
(Keesokan harinya Hilman, Nusa, dan Sasa pergi ke rumah sakit di Jakarta. Di sebuah kamar mawar Sasa menumpahkan seluruh harapannya)
Sasa: “Dokter! Bagaimana keadaan Yongki?”
Dokter: “Maaf, Anda siapanya saudara Yongki?”
Sasa: “Saya... saya... calon istrinya, Dok.”
Nusa: “Benar, Dok. Tolong ijinkan kami menemui Yongki.”
Dokter: “Suster, tolong antarkan mereka ke kamar saudara Yongki.”
Suster: “Baik, Dok. Mari silakan...”
(Setibanya di kamar Yongki. Sasa menangis.Kini di hadapannya hanya sosok yang dicintai yang tidak sadarkan diri. Hanya ada alat-alat yang terpasang pada organ-organ tubuhnya).
Sasa: “Yongki!”
Hilman: “Tegarkanlah hatimu, Sa.”
Sasa: “Beginikah caramu membohongiku. Kenapa? Kenapa kau tidak jujur dan mengatakannya kepadaku jika kamu sedang melawan penyakitmu.”
Riri: “Mbak, Riri minta maaf tidak berkata sebenarnya kepada Mbak Sasa. Riri sungguh merasa bersalah. Namun semua ini adalah permintaan Mas Yongki yang tak bisa kami tolak begitu saja. Sekali lagi maafkan Riri.”
Sasa: “Tidak apa-apa, Dik. Kamu tidak salah.”
Riri: “Lihatlah! Tangan Mas Yongki gerak-gerak.”
Sasa: “Yongki... apa kau mendengar suaraku? Kumohon bangunlah. Kami semua menyayangimu. Kamu harus kuat, percayalah penyakit yang merongrong tubuhmu hanyalah benalu yang akan cepat hilang jika dibasmi.”
Yongki: “Sa... sa... heal me, Sa.”
Sasa: “God will heal you, Yong. Bangkitlah. Bukan untukku, namun untuk keluarga dan untuk masa depanmu yang belum kau ketahui.”
Yongki: “Terima kasih, Sa. Kekuatanku adalah kamu. Dan semoga akan terus seperti itu. Aku mau sembuh, aku mau melanjutkan hidupku, dan aku mau bersamamu....”
Sasa: “Pasti, Yong. Kau pasti sembuh.”

Itulah contoh naskah drama 11 orang yang semoga bisa menginspirasi semua pembacanya.

Baca juga:

  1. Contoh naskah drama 15 orang
  2. Contoh naskah drama 14 orang
  3. Contoh naskah drama 9 orang
www.contohdramasingkat.com » referensi contoh drama singkat

Judul Drama: Contoh Naskah Drama 11 Orang
Ditulis oleh: Lika Amalia

Dimohon untuk tidak mempublikasi ulang artikel, jika Anda melakukannya diharap untuk menyertakan link yang menuju ke laman artikel Contoh Naskah Drama 11 Orang ini.

Jika artikel yang Anda baca dirasa bermanfaat, silakan like atau bagikan dengan teman Anda di social media menggunakan widget share dibawah.

0 Response to "Contoh Naskah Drama 11 Orang"

Posting Komentar

close